Identifikasi Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ketidakesesuaian Rencana Pola Ruang Terhadap Pemanfaatan Lahan di Kecamatan Ternate Tengah

Main Article Content

Buntaram
Fitrah Nurcholish Madjid
Shinta Kusumawati
Citra Artifiani Havianto
Achmad Saeful Fasa
Ina Revayanti

Abstract

Kecamatan Ternate Tengah merupakan kawasan inti Kota Ternate yang memiliki fungsi strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, dan pelayanan perkotaan. Sebagai bagian dari kota pulau dengan keterbatasan lahan daratan, perkembangan pemanfaatan ruang di wilayah ini berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara penggunaan lahan aktual dan rencana pola ruang yang telah ditetapkan dalam Rencana Detail Tata Ruang Pulau Ternate Tahun 2022–2042. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat, sebaran, dan faktor-faktor yang memengaruhi ketidaksesuaian antara rencana pola ruang dan pemanfaatan lahan di Kecamatan Ternate Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif evaluatif dengan desain deskriptif-spasial. Analisis dilakukan melalui teknik tumpang susun (overlay) antara peta penggunaan lahan aktual dan peta rencana pola ruang, serta analisis faktor berdasarkan persepsi 101 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa lahan seluas 101,90 ha atau 7,25% dari total luas wilayah sebesar 1.405,40 ha teridentifikasi tidak sesuai dengan rencana pola ruang, sedangkan 1.303,50 ha atau 92,75% tergolong sesuai. Ketidaksesuaian tersebut terkonsentrasi pada koridor utara–tengah, kawasan pusat kota, wilayah timur hingga timur laut, serta sebagian kawasan pesisir tenggara. Analisis faktor menghasilkan empat faktor utama, yaitu aksesibilitas dan mobilitas sosial, regulasi dan pengembangan wilayah, sosial dan ekonomi lahan, serta kondisi fisik dan kedekatan dengan pusat aktivitas. Faktor aksesibilitas dan mobilitas sosial memiliki konsistensi internal tertinggi dengan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,815. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian pemanfaatan lahan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik wilayah, tetapi juga dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat, aksesibilitas, perkembangan kegiatan ekonomi, serta efektivitas pengawasan pemanfaatan ruang. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam memperkuat pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Ternate.

Article Details

How to Cite
Buntaram, B., Fitrah Nurcholish Madjid, Shinta Kusumawati, Citra Artifiani Havianto, Achmad Saeful Fasa, & Ina Revayanti. (2026). Identifikasi Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ketidakesesuaian Rencana Pola Ruang Terhadap Pemanfaatan Lahan di Kecamatan Ternate Tengah. KUNKUN: Journal of Multidisciplinary Research, 3(2), 62-76. https://ejournal.mediakunkun.com/index.php/kunkun/article/view/348
Section
Articles

How to Cite

Buntaram, B., Fitrah Nurcholish Madjid, Shinta Kusumawati, Citra Artifiani Havianto, Achmad Saeful Fasa, & Ina Revayanti. (2026). Identifikasi Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ketidakesesuaian Rencana Pola Ruang Terhadap Pemanfaatan Lahan di Kecamatan Ternate Tengah. KUNKUN: Journal of Multidisciplinary Research, 3(2), 62-76. https://ejournal.mediakunkun.com/index.php/kunkun/article/view/348

References

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Ternate. (2026). Peta rencana pola ruang Kecamatan Ternate Tengah berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang Pulau Ternate Tahun 2022–2042.

Fabrigar, L. R., Wegener, D. T., MacCallum, R. C., & Strahan, E. J. (1999). Evaluating the use of exploratory factor analysis in psychological research. Psychological Methods, 4(3), 272–299. https://doi.org/10.1037/1082-989X.4.3.272

Feitelson, E., Felsenstein, D., Razin, E., & Stern, E. (2017). Assessing land use plan implementation: Bridging the performance–conformance divide. Land Use Policy, 61, 251–264. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2016.11.017

Hersperger, A. M., Oliveira, E., Pagliarin, S., Palka, G., Verburg, P. H., Bolliger, J., & Grădinaru, S. R. (2018). Urban land-use change: The role of strategic spatial planning. Global Environmental Change, 51, 32–42. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2018.05.001

Horn, J. L. (1965). A rationale and test for the number of factors in factor analysis. Psychometrika, 30(2), 179–185. https://doi.org/10.1007/BF02289447

Jansson, L., Koschmieder, A., Servières, L., Trundle, A., & Poncabare, S. (2025). Climate resilient urban development: An agenda for Small Island Developing States. npj Urban Sustainability, 5, Article 99. https://doi.org/10.1038/s42949-025-00278-w

Latue, P. C., & Rakuasa, H. (2023). Analysis of land cover change due to urban growth in Central Ternate District, Ternate City using cellular automata–Markov chain. Journal of Applied Geospatial Information, 7(1), 722–728. https://doi.org/10.30871/jagi.v7i1.4653

Laurian, L., Day, M., Berke, P., Ericksen, N., Backhurst, M., Crawford, J., & Dixon, J. (2004). Evaluating plan implementation: A conformance-based methodology. Journal of the American Planning Association, 70(4), 471–480. https://doi.org/10.1080/01944360408976395

Li, G., Xu, Z., Wu, C., Zhuo, Y., Tong, X., Wei, Y., & Shen, X. (2020). Inside or outside? The impact factors of zoning–land use mismatch. Sustainability, 12(1), Article 265. https://doi.org/10.3390/su12010265

Loh, C. G. (2011). Assessing and interpreting non-conformance in land-use planning implementation. Planning Practice & Research, 26(3), 271–287. https://doi.org/10.1080/02697459.2011.580111

Malczewski, J. (2004). GIS-based land-use suitability analysis: A critical overview. Progress in Planning, 62(1), 3–65. https://doi.org/10.1016/j.progress.2003.09.002

Pemerintah Kota Ternate. (2022). Peraturan Wali Kota Ternate Nomor 15 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang Pulau Ternate Tahun 2022–2042.

Pickett, S. T. A., Cadenasso, M. L., Grove, J. M., Boone, C. G., Groffman, P. M., Irwin, E., Kaushal, S. S., Marshall, V., McGrath, B. P., Nilon, C. H., Pouyat, R. V., Szlavecz, K., Troy, A., & Warren, P. (2011). Urban ecological systems: Scientific foundations and a decade of progress. Journal of Environmental Management, 92(3), 331–362. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2010.08.022

Rakuasa, H., & Pakniany, Y. (2022). Spatial dynamics of land cover change in Ternate Tengah District, Ternate City, Indonesia. Forum Geografi, 36(2), 126–135. https://doi.org/10.23917/forgeo.v36i2.19978

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725).

Republik Indonesia. (2021a). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pengawasan Penataan Ruang (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1484).

Republik Indonesia. (2021b). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6633).

Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6856).

Rossiter, D. G. (1996). A theoretical framework for land evaluation. Geoderma, 72(3–4), 165–190. https://doi.org/10.1016/0016-7061(96)00031-6

Sarihi, Y. R., Tilaar, S., & Rengkung, M. M. (2020). Analisis penggunaan lahan di Pulau Ternate. SPASIAL, 7(3), 259–268.

Taber, K. S. (2018). The use of Cronbach’s alpha when developing and reporting research instruments in science education. Research in Science Education, 48(6), 1273–1296. https://doi.org/10.1007/s11165-016-9602-2

Talen, E., Anselin, L., Lee, S., & Koschinsky, J. (2016). Looking for logic: The zoning–land use mismatch. Landscape and Urban Planning, 152, 27–38. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2016.04.002

Tavakol, M., & Dennick, R. (2011). Making sense of Cronbach’s alpha. International Journal of Medical Education, 2, 53–55. https://doi.org/10.5116/ijme.4dfb.8dfd

Watkins, M. W. (2018). Exploratory factor analysis: A guide to best practice. Journal of Black Psychology, 44(3), 219–246. https://doi.org/10.1177/0095798418771807