Pembangunan Manusia, Kependudukan Dan Pengangguran

Main Article Content

Ahmad Rizal
Achmad Yanuar Rivaldi
Hairul Diofani

Abstract

Pembangunan manusia adalah ide yang dibawa oleh Amartya Sen dan Mahbub ul Haq pada abad ke-20. Istilah ini kemudian diperkenalkan secara luas oleh Program Pembangunan PBB sejak 1990. Konsep fundamental dari pembangunan manusia mencakup aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Prinsip utama yang diusung adalah kesetaraan gender dalam memberi kebebasan yang bermartabat dan bernilai. Pembangunan manusia dapat dilihat melalui pendekatan berbasis kebutuhan atau kapabilitas menurut Sen. Keberhasilan pembangunan manusia diukur dari kemampuan masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Salah satu cara untuk menilai tingkat pembangunan manusia adalah dengan menggunakan Indeks Pembangunan Manusia. Indeks ini tidak dapat mencakup seluruh aspek pembangunan manusia, tetapi dapat mengukur elemen dasar yang menyusunnya. Problematika kependudukan adalah tantangan yang dihadapi setiap negara, terutama yang memiliki populasi muda yang lebih banyak dibandingkan generasi tua, seperti di China dan Indonesia, serta negara dengan penduduk tua yang lebih dominan seperti Jepang dan Jerman. Ini tentunya akan berpengaruh pada perencanaan pembangunan suatu negara. Di Indonesia, diharapkan generasi muda mampu mendorong dan menentukan arah pembangunan yang lebih baik. Sayangnya, ide ini tidak mempertimbangkan perkembangan teknologi dalam transportasi, pertanian, serta kemungkinan upaya pembatasan kelahiran dan perbaikan ekonomi yang dapat menurunkan tingkat kelahiran. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dipakai untuk mengukur tenaga kerja yang belum terserap di pasar kerja. TPT yang dilaporkan oleh Sakernas pada Agustus 2025 adalah 2,92 persen. Ini menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang yang siap kerja, sekitar 2-3 orang mengalami pengangguran. Dalam konteks ini, pengangguran berarti mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetapi sedang mencari, bersiap untuk memulai usaha baru, sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai, atau mereka yang putus asa dan tidak lagi mencari kerja atau mempersiapkan usaha

Article Details

How to Cite
Rizal, A., Rivaldi, A. Y., & Diofani, H. (2025). Pembangunan Manusia, Kependudukan Dan Pengangguran. KUNKUN: Journal of Multidisciplinary Research, 2(3), 191-195. https://ejournal.mediakunkun.com/index.php/kunkun/article/view/310
Section
Articles

How to Cite

Rizal, A., Rivaldi, A. Y., & Diofani, H. (2025). Pembangunan Manusia, Kependudukan Dan Pengangguran. KUNKUN: Journal of Multidisciplinary Research, 2(3), 191-195. https://ejournal.mediakunkun.com/index.php/kunkun/article/view/310

References

Alfassa, A. I. (2022). Statistika Kependudukan Untuk Rencana Kebijakan Kependudukan Daerah. DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation, 2(2), 76-85.

Bidarti, A. (2020). Teori kependudukan. Penerbit Lindan Bestari.

Buku_Teori_Kependudukan_Rahcmad_Budi_Suharto_2020/links/5fd84fe092851c13fe893280/Buku-Teori-Kependudukan-Rahcmad-Budi-Suharto-2020.pdf

Franita, R., & Fuady, A. (2016). Analisa pengangguran di Indonesia. Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(3), 88-93.

Ginting S, C. K. (2008). Analisis Pembangunan Manusia di Indonesia (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/definisi-dan-konsep-kependudukan-690507 September 2020 keadaan-ketenagakerjaan-kabupaten-probolinggo-agustus-2025.pdf

https://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_manusia

Statistik, B. P. (2020). Indeks pembangunan manusia. Retrieved Februari, 18.

Shoimah, F. (2023). Mengukur indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) Kabupaten Probolinggo. PANGRIPTA, 6(1), 1164-1175